Kualitas Hubungan Mentoring yang Baik

Mentoring membutuhkan pendekatan proaktif dan pemikiran terbuka, terutama pada tahap awal hubungan. Hal ini tidak sulit, tetapi membutuhkan kecerdasan emosional. Berusahalah untuk mengembangkan kualitas berikut untuk mencapai hubungan mentoring yang sukses:

  • Ketegasan: Pertahankanlah ide-ide Anda jika Anda sangat menyukainya dan meyakininya.
  • Komunikasi: Janganlah berharap orang lain dapat membaca pikiran Anda. Berkomunikasilah lebih awal dan sesering mungkin tentang pola hubungan mentoring yang diharapkan dapat terjalin.
  • Keingintahuan: Jangan takut untuk meminta penjelasan jika Anda tidak mengerti tentang suatu hal. Pertanyaan lebih lanjut membantu menciptakan gambaran yang lebih rinci.
  • Kesabaran: Semua hubungan membutuhkan waktu. Jangan mengharapkan hasil langsung.
  • Kesiapan: Tepatilah janji Anda dan laksanakanlah komitmen Anda sebelum pertemuan dilakukan.
  • Ketepatan waktu: Meskipun ini adalah hubungan sukarela, orang-orang telah mendedikasikan waktu mereka untuk Anda. Hormatilah hal ini dengan hadir tepat waktu di setiap pertemuan.
  • Kesadaran Diri: Ketahuilah apa yang ingin Anda capai dari hubungan mentoring ini. Pemahaman yang jelas tentang tujuan dan hasil yang diinginkan akan membantu Anda mengembangkan hubungan mentoring yang saling menguntungkan, dan akan mencegah kebingungan atau kekecewaan di kemudian hari.

Untuk Wirausaha

  • Keterbukaan: Mentor Anda mungkin tidak selalu memiliki latar belakang yang sama dengan Anda, tetapi pengetahuan mereka tetap berharga untuk pengembangan usaha Anda
  • Kepercayaan: Semua hubungan dibangun atas dasar kepercayaan. Setelah kredibilitas terbangun, janganlah takut untuk mengambil risiko berdasarkan saran mentor.

Untuk Mentor

  • Mendengarkan secara aktif: Kenalilah wirausaha dengan baik sebelum maju ke tahap pemecahan masalah. Mendengarkan dengan baik akan memastikan bahwa saran Anda relevan dengan kebutuhan wirausaha tersebut.
  • Kejelasan: Berbicaralah dengan bahasa yang jelas dan sederhana. Titik beratkan mengenai dasar-dasar usaha dan pahamilah bahwa tidak semua wirausaha memiliki akses ke usaha formal atau pendidikan teknis.
  • Kepekaan: Pahamilah dari mana wirausaha itu berasal. Wirausaha akan menanggapi saran dengan lebih baik jika saran itu memperhitungkan situasi spesifik dan unik yang dihadapi mereka.


Sumber