Cara Menjadi Mentor Jarak Jauh

MicroMentor memungkinkan orang-orang untuk terhubung dengan wirausaha dan mentor bisnis dari berbagai lokasi berbeda. Mungkin sulit untuk membangun hubungan tanpa dapat bertatap muka secara langsung. Akan tetapi, mentoring jarak jauh bisa menjadi hal yang menyenangkan dan produktif.

Berikut ini adalah tujuh cara untuk membuat mentoring jarak jauh lebih efektif:

  1. Berikanlah waktu untuk membangun hubungan: Hubungan jarak jauh cenderung terjalin lebih lambat daripada hubungan tatap muka langsung. Tanpa adanya pertemuan tatap muka langsung, kita perlu melakukan lebih banyak upaya untuk dapat membangun kenyamanan dan kepercayaan. Bersabarlah tapi tetap konsisten saat Anda membangun harapan dalam hubungan mentoring.
  2. Buatlah rencana terlebih dahulu: Buatlah jadwal pertemuan mentoring terlebih dahulu. Hindari pembatalan pertemuan kecuali jika ada keadaan darurat, dan jadwalkan kembali dengan segera jika perlu. Pertimbangkanlah untuk membuat dan berbagi agenda terlebih dahulu, pastikan untuk memulai dan mengakhiri tepat waktu, dan merangkum diskusi dan hal-hal yang telah disetujui sebelum mengakhiri pertemuan.
  3. Dengarkanlah secara aktif dan hindari gangguan: Jika pertemuan mentoring Anda akan dilakukan melalui telepon, mendengarkan secara aktif sangatlah penting. Pertajam kepekaan Anda terhadap adanya perubahan halus dalam nada suara dan kecepatan bicara. Untuk menghindari kesalahan interpretasi satu sama lain, ceklah sesering mungkin untuk memastikan bahwa Anda berdua setuju akan hal yang sama. Hindarilah gangguan dengan cara berpaling dari komputer Anda dan cegahlah interupsi dari rekan kerja Anda. Selama panggilan telepon berlangsung, fokuslah sepenuhnya kepada mereka.
  4. Gunakanlah teknologi agar dapat berkomunikasi dengan lebih baik: Media obrolan video seperti Skype dan Google Hangouts memungkinkan Anda untuk mengembangkan hubungan yang lebih pribadi. Cobalah berbagai ragam gaya komunikasi untuk melihat gaya apa yang paling cocok untuk hubungan tersebut.
  5. Luangkanlah waktu ekstra untuk memahami perbedaan usaha dan budaya di tempat tinggal orang tersebut:  Beberapa pertanyaan yang diajukan dengan tepat bisa sangat bermanfaat. Bagi para mentor, cobalah memahami apa yang membuat pelanggan di pasar wirausaha tersebut unik, serta masalah dari pelanggan yang ingin dipecahkan oleh usaha wirausaha itu. Kedua belah pihak harus memperhatikan perbedaan dalam budaya dan gaya komunikasi. Jika Anda tidak yakin, carilah negara dimana orang ini menetap di dalam Alat Dimensi Budaya untuk mempelajari perbedaan antara cara mereka berpikir dan bertindak dan bertindak orang tersebut dengan tempat Anda tinggal.
  6. Antisipasilah kebutuhan untuk mengelola komunikasi lintas zona waktu: Meskipun terlihat seperti perhitungan yang sederhana, Anda akan terkejut betapa mudahnya Anda dapat melakukan kesalahan dalam mengukur perbedaan waktu, terutama dengan adanya Daylight Savings Time. Periksalah kembali perhitungan Anda untuk menghindari hilangnya kesempatan hadir dalam pertemuan atau menelepon pada waktu yang tidak tepat. Berusahalah memahami bahwa siklus email akan lebih lambat, terutama ketika melintasi lautan. Untuk memastikan kejelasan informasi, usulkanlah waktu rapat berdasarkan zona waktu orang lain tersebut.
  7. Andalkan tulisan untuk menjelaskan rincian yang tidak dipahami dalam percakapan:  Entah karena koneksi internet atau kendala bahasa, beberapa hal kecil akan menjadi tidak jelas di akhir percakapan. Di sinilah tindak lanjut melalui email menjadi sangat penting - buatlah catatan untuk meringkas informasi apa yang Anda peroleh dari rapat, dan pastikanlah Anda dan wirausaha memahami hal yang sama.

Sumber