4. Mengusulkan struktur mentoring

Struktur dan penetapan tujuan adalah dasar dari setiap hubungan mentoring yang sukses. Meskipun wirausaha kemungkinan sudah memiliki visi umum tentang ke mana arah usaha mereka, mereka mungkin tidak tahu langkah-langkah yang harus diambil untuk sampai ke sana. Mereka akan meminta bantuan Anda untuk memperjelas dan mencapai tujuan mereka tersebut.

Untuk membantu Anda memulai tahap ini, 6 langkah proses penetapan tujuan berikut telah disiapkan sebagai panduan dalam melakukan percakapan awal.

1) Bantulah wirausaha untuk menjelaskan apa yang ia ingin capai.

Mulailah dengan menanyakan kepada wirausaha: apa hambatan yang menghentikannya dalam mengembangkan usahanya? Ini akan membantu menyelaraskan antara tujuan yang Anda tetapkan dengan inti masalah usaha yang dihadapi oleh wirausaha, dan bukan dengan masalah yang kurang penting atau solusi spesifik yang ia tentukan terlalu dini.

Dia mungkin menjawab dengan, "Aku tidak mendapat cukup banyak pelanggan untuk mencapai keuntungan." Jawaban terfokus seperti ini akan memperjelas tujuan wirausaha dan memudahkannya untuk mengidentifikasi tujuan yang tepat — dalam hal ini, memperoleh lebih banyak pelanggan dan meningkatkan keuntungan. Jawaban terfokus seperti ini akan memperjelas tujuan wirausaha dan memudahkannya untuk mengidentifikasi tujuan yang tepat — dalam hal ini, menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan keuntungan

2) Tentukanlah kelayakan tujuan wirausaha yang Anda bimbing.

Bekerja menuju tujuan yang tidak dapat dicapai berpotensi menimbulkan rasa frustasi dan hilang arah (terlepas) dari tujuan awal. Jadi, penting untuk menentukan kelayakan tujuan wirausaha dengan melihat keadaan si wirausaha tersebut. Tanyakanlah kepada wirausaha pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah Bapak/Ibu memiliki cukup waktu dan sumber daya untuk memenuhi tujuan ini?
  • Apakah Bapak/Ibu dapat mencurahkan diri sepenuhnya untuk mencapai tujuan ini?
  • Apakah Bapak/Ibu menyadari pengorbanan yang akan dituntut oleh tujuan ini dan apakah Bapak/Ibu bersedia untuk melakukannya?

Jika Anda merasa tujuan wirausaha tersebut tidak realistis, katakanlah dengan jujur dan doronglah mereka untuk mengarahkan waktu dan energinya ke arah tujuan yang lebih mungkin dicapai atau tonggak-tonggak pencapaian yang lebih kecil untuk mencapai tujuan jangka panjang.

3) Menentukan tolok ukur untuk kesuksesan.

Setelah Anda menentukan kewajaran tujuan wirausaha, bekerja samalah untuk menentukan seperti apa kesuksesan itu nantinya. Bantu wirausaha mengidentifikasi indikator keberhasilan tertentu - misalnya matriks seperti margin keuntungan atau jumlah pelanggan baru per bulan.

Selanjutnya, ambil tolok ukur matriks tersebut saat ini dan bantulah wirausaha dalam menetapkan target numerik untuk setiap indikator tersebut yang kemudian secara sepintas dapat menggambarkan secara tepat bagaimana kinerja mereka— misalnya, meningkatkan penjualan harian sebesar 30 persen atau mendapatkan sepuluh pelanggan baru.

4) Menetapkan jadwal waktu yang realistis.

Setelah wirausaha menetapkan tujuan, matriks-matriks utama, dan target, kini saatnya untuk mengatur jadwal untuk mencapai semua hal tersebut. Wirausaha mungkin sudah menetapkan tenggat waktunya, namun tetaplah penting untuk mengarahkan mereka ke jangka waktu yang dapat dicapai.

Sama halnya ketika Anda menentukan kelayakan keseluruhan sasaran, pertimbangkanlah keadaan wirausaha dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Kapankah Bapak/Ibu siap memulai proyek ini?
  • Berapa banyakkah waktu yang dapat Bapak/Ibu berikan setiap hari, minggu, dan bulan untuk mencapai tujuan usaha tersebut?

Berdasarkan jawaban-jawaban ini, tetapkanlah tanggal pada target numerik yang telah Anda buat — misalnya, mendapatkan sepuluh pelanggan baru di kuartal berikutnya atau meningkatkan penjualan harian sebesar 30 persen dalam enam bulan ke depan. Pastikanlah Anda menetapkan batas waktu yang cukup panjang sehingga tujuan tetap realistis, tetapi cukup singkat agar wirausaha tetap termotivasi.

5) Menentukan strategi dan memetakan jalan menuju sukses.

Saat ini, Anda sudah memiliki target dan tenggat waktu, jadi sekarang saatnya untuk membantu wirausaha untuk menentukan langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti yang akan membantu mereka mencapai tujuan.

Mulailah dengan menentukan strategi keseluruhan Anda. Misalnya, jika tujuan wirausaha adalah untuk meraih pelanggan baru, Anda dapat menyarankan agar mereka:

  • Melibatkan perusahaan Humas untuk menyebarkan informasi tentang penawaran layanan pelaku wirausaha
  • Meluncurkan kampanye pemasaran mesin pencari untuk meningkatkan jumlah pelanggan potensial yang akan mengunjungi situs web Anda.
  • Mengembangkan program insentif untuk pelanggan yang memberikan rujukan atau rekomendasi

Setelah Anda dan wirausaha menyetujui keseluruhan strategi, petakanlah tugas-tugas individual tersebut ke dalam kalender. Tetapkanlah "sasaran mini" secara spesifik berdasarkan hari, minggu, atau bulan — misalnya, "meluncurkan laman Facebook perusahaan pada akhir minggu depan" atau "mempekerjakan perusahaan Human pada akhir bulan ini." Sasaran mini ini membantu menjaga momentum agar wirausaha tetap berada di jalur waktu yang telah ditentukan.

6) Mendorong wirausaha untuk sering melacak kemajuan mereka.

Setelah wirausaha mengimplementasikan rencana mereka, pastikanlah mereka melacak kemajuannya menggunakan tolok ukur yang telah dibuat bersama. Melihat seberapa dekat atau jauhnya posisi saat ini dari pencapaian target bisa jadi sangat memotivasi dan memberikan semangat. Hal itu akan membantu wirausaha tetap terlibat dan berada di jalur yang tepat menuju pencapaian tujuan mereka.

Penentuan tujuan adalah bagian penting dari permulaan hubungan mentoring yang sukses. Dengan mengikuti praktik ini, Anda dapat memastikan pengalaman yang produktif dan bermanfaat bagi diri Anda dan wirausaha. Pada akhirnya, semua ini mengarah ke usaha untuk menemukan sistem yang paling cocok untuk hubungan mentoring Anda yang unik ini. Jadi, silakan gunakan saran kami sebagai titik awal untuk mengembangkan proses penetapan tujuan yang paling masuk akal bagi Anda.

Selanjutnya: Memberikan umpan balik yang baik