5. Memberikan umpan balik yang bagus

Ada berbagai cara untuk memastikan umpan balik yang Anda berikan kepada wirausaha adalah yang paling efektif. Artikel ini akan memberikan wawasan untuk calon mentor yang ingin mengasah kemampuan evaluatif mereka dan untuk penasihat veteran yang menginginkan kursus penyegaran dalam memberikan umpan balik yang efektif.

Dasar dari mentoring yang kuat

Langkah pertama untuk membentuk hubungan mentoring yang bermanfaat adalah membangun kepercayaan dan merajut rasa saling pengertian antara Anda dengan wirausaha yang Anda bimbing. Anda akan ingin mengenal sedikit lebih banyak tentang wirausaha tersebut sebelum beranjak ke proses mentoring itu sendiri. Mempelajari usaha dan tantangan wirausaha akan sangat bermanfaat bagi Anda. Namun pada dasarnya, Anda ingin memandu keseluruhan pertanyaan dan percakapan Anda ke tujuan dan motivasi wirausaha yang lebih mendalam. Cobalah untuk memahami motivasi yang lebih mendalam di balik tujuan yang dinyatakan wirausaha itu. Mengapa mereka membutuhkan seorang mentor? Apa yang ingin mereka capai melalui kerja sama dengan Anda? Seperti apakah kesuksesan itu? Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda untuk mendapatkan ide yang lebih baik tentang dari mana mereka berasal dan dalam konteks apa Anda dapat lebih berguna. Pada akhir pertemuan pertama, Anda dan wirausaha yang Anda bimbing seharusnya sudah dapat menetapkan serangkaian tujuan yang dipahami bersama. Jika apa yang ingin dicapai bersama ini tidak jelas, akan ada banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang dapat mengganggu konsentrasi dan akhirnya Anda melupakan mengapa Anda melakukan kerja sama. Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya akan menjadi sebuah tonggak pencapaian yang merefleksikan pencapaian masa lalu dan pergerakan menuju tujuan baru.

Penyampaian

Memberikan saran lebih merupakan sebuah seni daripada ilmu pengetahuan. Banyak penelitian telah dilakukan untuk topik ini. Ringkasan favorit kami dari penelitian ini adalah Harvard Business Review berjudul "The Art of Giving and Receiving Advice (Seni Memberi dan Menerima Nasihat)". Betapapun terampilnya kita di bidang keahlian kita, kita akan selalu dapat memupuk dan mengasah kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan kekuatan. Satu-satunya cara untuk menjadi seorang ahli adalah melalui latihan. Anda akan menemukan bahwa setiap hubungan memiliki perjalanan yang unik, jadi jangan mencoba memaksakan struktur yang sama untuk setiap hubungan. Akan tetapi, latihlah keterampilan ini, dan Anda akan menjadi lebih efektif dalam membantu orang lain bertumbuh.

Membuka dengan dialog nyata. 

Mentor sering terjebak ke dalam pertukaran e-mail yang tak ada habisnya, yakni saat salah satu (atau kedua belah) tidak merasa sepenuhnya didengar. Walaupun terlihat ketinggalan zaman, percakapan melalui telepon (atau lebih baik lagi - percakapan tatap muka secara langsung) masih merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda dan wirausaha yang Anda bimbing saling memahami satu sama lain. Sebelum Anda memahami wirausaha tersebut, hindarilah memberikan umpan balik terperinci dalam format satu arah atau non-interaktif, seperti e-mail. Buatlah jadwal waktu untuk bertemu sehingga Anda dapat memiliki komunikasi dua arah yang lebih dinamis. Dengan cara ini Anda dapat segera menindaklanjuti hal-hal yang tidak jelas dan juga memahami kepribadian wirausaha.

Sering berkomunikasi. 

Umpan balik merupakan proses yang berkelanjutan, bukan hanya seminggu sekali. Jangan menunggu terlalu lama - tanpa pengecekan berkala, wirausaha dapat membuang-buang waktu dan tenaga tanpa hasil. Pastikan bahwa wirausaha tetap bekerja di arah yang benar. Wirausaha akan memiliki kesempatan terbaik untuk mengoreksi kesalahan dan memperbaiki perilaku mereka jika umpan balik diberikan segera setelah tugasnya selesai, ketika tugas masih segar di pikiran mereka.

Rayakanlah keberhasilan.  Mengakui dengan tepat apa yang telah dilakukan wirausaha dengan baik dapat membuat level moral mereka tetap tinggi. Tetapi, yang lebih penting adalah bahwa mereka akan dapat mengulangi perilaku yang efektif itu dan menerapkannya kembali pada konteks baru.

Terbukalah mengenai alasan di balik umpan balik Anda. Sering kali, proses berpikir yang Anda terapkan pada rekomendasi Anda lebih berharga daripada rekomendasi itu sendiri, karena wirausaha yang Anda bimbing akan dapat mengulangi proses itu sendiri ketika mereka dihadapkan dengan tantangan baru. Juga, alasan mengapa Anda pikir suatu tindakan adalah ide yang baik mungkin tidak selalu jelas. Mengekskplorasi hal ini dapat mengarahkan pemahaman bersama pada hal yang lebih kaya dan yang lebih mungkin menghasilkan tindakan nyata.

Gunakan cerita pengalaman. Contoh-contoh ilustratif dari pengalaman pribadi Anda menunjukkan bahwa Anda pernah berada di posisi mereka sebelumnya dan pada akhirnya semuanya berakhir baik.  Hal ini juga membantu wirausaha untuk memvisualisasikan bagaimana mereka dapat mengatasi masalah mereka sendiri dengan mengambil potongan-potongan dari pendekatan Anda, namun dengan cara mereka sendiri.

Mintalah umpan balik sebagai balasannya.  Bagaimanakah Anda mengetahui jika saran Anda bermanfaat bagi wirausaha yang Anda bimbing? Tanyakanlah! Terkadang Anda mungkin merasa bahwa komentar Anda tidak dapat diterima - jadi jangan tunggu sampai hal ini terjadi. Tanyakan lebih awal dan sesering mungkin, bagaimana agar kontribusi Anda membuat perbedaan atau tidak, dan bagaimana Anda dapat memperbaikinya. Hal ini akan membuat waktu Anda bersama wirausaha lebih relevan dan produktif, dan akan memupuk hubungan mentoring Anda ke masa depan.

Seluk-beluk dan etiket mentoring

Cara pendekatan Anda dalam pemberian umpan balik bisa sama pentingnya dengan umpan balik itu sendiri. Orang cenderung hanya mendengar apa yang siap mereka dengar, jadi jika umpan balik disampaikan pada waktu yang salah atau dengan nada yang salah, umpan balik itu tidak akan memengaruhi perilaku. Meskipun memeroleh pengetahuan baru dapat memberikan Anda kepuasan, pada akhirnya, Anda akan lebih membantu orang tersebut dengan mengambil langkah yang lebih panjang seraya mengembangkan kemampuan mereka untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Ajukanlah pertanyaan yang dapat lebih menjelaskan masalah dan/atau membimbing wirausaha menemukan ilham mereka sendiri. Jika Anda dapat membantu mereka mencapai kesimpulan mereka sendiri, maka hal tersebut akan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada jika Anda yang melakukan pemikiran itu untuk mereka.

Tetaplah rendah hati. Kritik Anda seharusnya tidak disampaikan sebagai kebenaran atau fakta murni. Pengetahuan Anda didukung oleh pengalaman, tetapi Anda mungkin tidak menyadari konteks penting yang menjadi dasar informasi dari keputusan-keputusan yang diambil oleh wirausaha tersebut. Jangan tersinggung jika wirausaha tidak menerapkan saran Anda sepenuhnya atau dengan segera. Keputusan mereka didasarkan pada serangkaian faktor yang kompleks, sementara saran Anda hanyalah salah satu dari faktor-faktor tersebut, dan proses pengambilan keputusan mereka adalah suatu alur yang hidup dan bernuansa. Terimalah bahwa saran Anda hanya merupakan satu bagian dari keanekaragaman pengetahuan yang digunakan wirausaha untuk meningkatkan tujuan mereka. Di atas segalanya, Anda harus melihat hubungan mentoring Anda sebagai proses yang berkelanjutan. Umpan balik bukan hanya pertemuan yang dijadwalkan secara teratur. Baik Anda memberikan saran dalam format yang lebih pendek melalui e-mail, atau melakukan percakapan mendalam secara teratur, Anda harus selalu mencari alternatif lain untuk mendorong proses tumbuh kembang wirausaha yang Anda bimbing. Temukanlah saat-saat menyampaikan pengajaran, khususnya ketika wirausaha menghadapi dilema dalam usaha mereka. Dengan terus bekerja bersama menghadapi tantangan yang penuh tekanan, rasa saling percaya dan hormat antara Anda dengan wirausaha akan selalu bertumbuh.