Percakapan Mentoring Pertama Anda

Fase "perkenalan” merupakan tahap paling penting dalam sebuah hubungan, jadi janganlah terburu-buru. Membangun hubungan yang dapat dipercaya membutuhkan waktu dan usaha. Fokuskan segenap upaya agar dapat saling mengenal satu sama lain serta berbagi pengalaman dan tujuan.

Kembangkan rasa ingin tahu. Jika Anda seorang wirausaha, sampaikanlah alasan mengapa Anda memilih berwirausaha dan bagaimana Anda dapat mewujudkan impian Anda. Jika Anda seorang mentor, bagikan pengalaman pribadi usaha Anda dan alasan mengapa Anda memberikan waktu secara sukarela menjadi mentor.

Ketika Anda memulai perkenalan, mulailah juga merencanakan pertemuan Anda. Bertemulah lebih sering di awal proses mentoring dan pastikan Anda berdua terlibat aktif dalam proses tersebut. Anda harus konsisten dan mudah dipahami. Selain itu, jangan melewatkan janji.

Buatlah Rencana Pengembangan Bisnis (Road Map)

Setelah Anda berdua memiliki pemahaman yang sejalan tentang masalah usaha, bekerjalah bersama wirausaha atau mentor Anda untuk menetapkan tujuan dan sasaran dalam memecahkan masalah tersebut — yaitu, menggunakan "Rencana Pengembangan Bisnis" (Road Map) dalam proses mentoring. Kembangkanlah langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan, spesifik, terukur, realistis, dan dapat dicapai dalam waktu yang wajar. Jelaskan hasil yang diinginkan dari mentoring tersebut. Di setiap pertemuan, jelaskan dan nyatakanlah kembali tujuan pertemuan itu dan identifikasi langkah selanjutnya yang terkait dengan tujuan tersebut.

Meletakkan Beberapa Aturan Dasar

  • Sampaikan harapan dan komitmen Anda. Ketahuilah tantangan spesifik yang ingin Anda atasi.
  • Tetapkan gaya memberi masukan yang disukai (tertulis, lisan, langsung, dll.)
  • Tetapkan saluran/media dan jadwal komunikasi yang jelas dalam berinteraksi.
  • Pahami dengan jelas keahlian mentor. Wirausaha perlu menimbang setiap saran dari mentor, baik itu sesuai dengan keahliannya maupun tidak.
  • Jagalah kerahasiaan setiap informasi yang diberikan.

Untuk Wirausaha: Kiat-kiat dalam Menerima Masukan

  • Baik saran itu akan diterapkan atau tidak, tetaplah bersikap hormat dan responsif terhadap mentor. Sampaikan dengan jelas mengenai manfaat masukan tersebut bagi Anda.
  • Berdebatlah pada saat yang tepat. Jika Anda merasa saran tersebut tidak pantas atau tidak layak, nyatakanlah ketidaksetujuan Anda dengan sopan.
  • Meskipun sulit, terimalah saran mentor Anda dengan serius. Terapkan saran tersebut sesuai dengan konteks usaha Anda.

Untuk Mentor: Pertanyaan bagi Wirausaha

  • "Kenapa Anda tertarik dalam usaha ini?" Pertanyaan ini terkait dengan motivasi dan tujuan wirausaha. Apa yang mendorong wirausaha dalam menjalankan usaha?
  • “Apa kelebihan Anda jika dibandingkan dengan wirausaha lain selama menjalankan usaha?” Pertanyaan ini membantu menggali kekuatan utama wirausaha. Hal apa yang dilakukan wirausaha tersebut lebih baik dibanding wirausaha pada umumnya?
  • “Apa yang menurut Anda belum dilakukan dengan baik selama menjalankan usaha?” Sebaliknya, pertanyaan ini menggali tentang penilaian yang jujur dan kritis terhadap tantangan atau kelemahan yang dimiliki oleh wirausaha dan menghambat keberhasilan mereka.
  • "Apa solusi yang akan Anda lakukan untuk menghadapi tantangan usaha tersebut?" Kemajuan tidak dapat diukur dengan hanya kerja keras semata. Seseorang bisa jadi memiliki etos kerja yang baik, namun selama ini ia fokus pada prioritas yang salah. Umumnya, orang cenderung untuk melakukan dan mengulangi kegiatan yang dirasa paling mampu dilakukannya. Hal ini wajar karena manusia cenderung mempertontonkan kelebihannya dan menyembunyikan kekurangannya.
  • "Di area manakah Anda paling membutuhkan mentoring?" Jawaban wirausaha atas empat pertanyaan sebelumnya digabungan dengan kekuatan personal Anda, hubungan yang terjalin, serta pengetahuan/sumber daya yang bisa Anda gunakan akan membantu Anda dalam menentukandi area apa harus berfokus.


Sumber