Rincian pertanyaan

Jawaban
Ada tehnik dalam membuat tulisan tuk penawaran produk. Yg dikenal dengan tehnik copywritting. Tehnik ni jika dilakukan dengan tepat bisa membuat pembaca membeli dengan sukarela dan tidak merasa dijuali. Sebab faktanya tdk da satupun yg suka dijuali, termasuk diri kita sendiri. Dimuat di 10/01/20
January 10, 2020
Hi Salwa, Produk culinary memang termasuk yg paling mudah memberikan stimulus pada otak dan mendorong respon seseorang, bahkan hanya melalui foto atau video. Namun juga tidak mudah menggerakkan orang untuk membeli hanya berdasar foto/video saja. Di sinilah diperlukan copywriting skill. 1. Foto/video tidak bisa dirasakan. Teksturnya terlihat tapi tidak bisa dicicipi. Dia hanya menstimulus saja. Tapi caption bisa mendorong seseorang untuk memahami rasanya. Kata2 "Weenak" atau "Manisnya Segar" atau "Yummy, sooo delicious.." memiliki pengaruh yg kuat pada orang yg melihat utk membuat keputusan membeli. 2. Copywriting produk makanan sebaiknya singkat, padat dan menjelaskan tentang rasa. Pada kasus2 tertentu copywriting bisa sedikit lebih panjang, misal jika produk Anda memiliki value sejarah yg baik. Contoh produk tsb sudah lintas generasi dan Anda ingin mengeksplorasi pasar baru di generasi sekarang maka Anda perlu menjelaskan sedikit tentang sejarah dan kenapa produk Anda bisa bertahan. 3. Jika pasar Anda anak2 muda maka outputnya harus mengakomodir energi baru, caption yg ceria, hingga pemilihan font yg artistik. Bila perlu buatlah produk Anda berpasangan, misal "Rasakan Sensasi Teh Tarik dan Kopi Hitam hanya untuk Anda yang Cantik dan Tampan!" Tentu saja jika Anda mentarget pasangan, omset Anda juga dobel dibanding Anda hanya mentarget personal. Lihat kenapa KFC atau McDonald menggeser segmennya menjadi family resto? Selalu ada mainan dijual bersama produk mereka serta pojokan utk anak2 bermain. Ini untuk menarik perhatian anak2. Dan jika anak2 sudah memelas maka orang tuanya pasti ikut makan. Sekali pancing dapat serombongan. Konsep family resto ini bicara soal angka2. Mereka tidak ingin customer hanya datang sendirian tapi harus sekeluarga atau berkelompok teman se-gang. Its all about sales. Kembali ke pasar.. jika pasarnya orang tua atau middle up (40 ke atas) tentu unsur kesehatan harus ditonjolkan, dan jauhkan bahasa slengean yg semakin banyak dipakai anak2 muda di kafe2. Bertindaklah seperti Anda juga berada di segmen usia tsb. Pahami bahwa pasar 40 up selalu lebih mapan dibandingkan pasar 20 atau 30 yo. Artinya di segmen ini Anda bisa bicara lebih berani tentang harga. 4. Terakhir penulisan angka pada harga. Jika harga produk Anda lebih mahal daripada kompetitor, caption harus lebih menarik mata customer daripada harga. Sebaliknya jika produk Anda lebih murah, maka tuliskan harga lebih besar di flyer atau papan menu. Kita tidak bisa menafikan bahwa pasar di negara 62 masih menjadikan harga sbg prioritas pertama dibandingkan kualitas atau rasa. Dimuat di 11/01/20
January 11, 2020
halo salwa... yg pertama kita harus paham transaksi itu terjadi ketika ada strong value dan Hot Market bertemu di sebuah kanal. jadi yg harus kita lakukan adalah kita mencari tau value apa saja yg di miliki oleh produk kita. dan yang kedua kita mencari siapa yg butuh/perlu/ingin value produk kita. baru kita mengkomunikasikan value produk kita ke Hot Market kita melalui sebuah kalal, dg foto produk yg menarik dan Copywriting yg ciamik. Dimuat di 05/02/20
February 5, 2020